Akhirnya kami memutuskan untuk tetap tenang dan menikmati
film tersebut. Dan setelah kami keluar, kami segera menuju toko “Gunung Agung”
untuk melihat^ novel karena mereka sedang makan. Akhirnya disana aku bertemu
dengan Kak Billa, Kak Andi dan Kak Ar. Kami saling menyapa disana dan berjalan^
hingga akhirnya Kak Billa mengajak kami semua untuk ke KFC. Sampai disana,
tenyata sudah banyak fans dari SM. Aku dan Yuliantipun bersalaman dengan mereka
semua. Hanya saja aku tidak terima dibilang seperti ini dari salah satu anggota
fans tersebut “ Jam 5 udah pulang kayak Cinderella ajah” shock memang mendengar
itu, hanya saja aku tidak mengenal nya, kalau saja aku mengenalnya sudah ku
balikin kata^nya. Tapi tenang, sebelum hal itu terjadi, aku meminta ijin pada
Kak Ar kalau aku ingin sekali membeli cas^an HP nokia karena aku jatuhkan &
rusak punya Mom. Dan yang membuatku terkejut, Kak Ar ikut kami di Matahari,
dijalan kami bercerita banyak hanya saja jalannya sangat cepat hingga
meninggalkan temanku Yulianti dibelakang tubuh kami dengan jarak yang cukup
jauh. Jadi tidak tega aku melihatnya. Sampailah kami disebuah toko & ia
langsung tancap gas untuk menanyakan HP ku itu pada salah satu SPG itu. Senang rasanya, apalagi disaat
cas^an nya dicobakan ternyata pas untuk HP ku & HPnya. Sempat ia bertanya
padaku kenapa aku tidak pake BB ajah. Langsung kujawab saja dengan tegas bahwa
aku masih sekolah takut pembelajaranku terganggu & akan membelinya saja
nanti kalau sudah lulus. Padahal, dalam hatiku aku berfikir bahwa “ kalaupun
aku membelinya, apakah kamu akan lebih memedulikanku? Akan selalu menanyakan
kabarku?” selalu pertanyaan itu yang muncul dalam benakku ketika ia bertanya
itu kepadaku. Sempat saat aku ijin pulang
dengannya, ia ingin mengantarku pulang bersama temanku. Tapi sayang, kami
membawa sepeda motor. Terimakasih dalam hatiku karna sudah menawarkan hal itu
padaku. Setelah sampai dalam KFC, aku dan Yulianti segera meminta ijin pada
semuanya khususnya kak Billa, Kak Andi & Kak Ar. Dan saat aku bersalaman
dengan Kak Ar tak kusadari kalau wajahku merah merona saat itu hingga ia
menegurku u,u malu sekali saat itu. Hingga
sampai rumahpun tiba, aku sibuk mencari HP ku, aku baru teringat bahwa
HP ku dibawa Yulianti tadi saat kami bertukar tas. Dan yah, aku hanya meminta
ia membawanya besok disekolah.
PART III
Baru teringat bahwa aku kemarin meminta nickname FB nya dan
kubuka hari ini pula dengan cepat^. Dan yah, langsgung kutemukan nama beserta
fotonya di FB. Namun sayangnya berhari^ ampe berminggu^ baru dapati bahwa FB ku
baru dikonfirmnya. Buruk sekali memang, namun senang bisa berkomunikasi
dengannya meski lewat message FB. Pertemuanku dengannya itu dibulan Oktober. Dan
tidak kusangka, ini sudah bulan November!! Senang sekali bisa dekat
dengannya dan saat itu dibulan ini juga
aku mengetahui bahwa SM akan tampil di Sri Ratu Johar. Dengan langkah tergesa^
aku berlari dari sekolah hanya untuk melihat & menemui dia. Sayang, sampai
disana aku, Puspita dan Anggara tertegun karena hanya sebenntar melihatnya dan
selesai & kulihat mereka makan disebuah tempat, aku gengsi ingin
menyapanya, hanya saja saat aku lewat dari tempat mereka makan, dan aku melihat
pada pandangan Kak Andi & dia tersenyum padaku. Tak lama kemudian, dia sms
menanyakan aku dimana. Dia buru^ sekali berjalan keluar Sri Ratu bersama Kak
Billa. Dan segera aku sms bahwa aku berada dibelakang punggungnya dengan jarak
yang agak jauh & kulambaikan tanganku. Senang bisa bertemu, jalan dan
berfoto dengan mereka. Sempat ia menyuruhku untuk berkumpul bersama dengan
teman^nya yang lain disana, hanya saja aku takut mereka mengobrolkan tentang
K-Pop & tidak tahu jelasnya bagiku. Ia pamit pulang untuk kerumahnya Kak
Billa. Tapi yang membuatku sempat tersentak, ketika aku turun dari escalator
kulihat ia sedang menyalakan api untuk merokok. Ia bercerita bahwa dari anggota
SM, hanya dia yang merokok. Hal itu terjadi karena pergaulannya dulu dengan
teman^nya sewaktu SMA. Seusai itu, kami pun makan bersama teman^ dengan sangat
kenyang haha.. Setelah itu pun kami pulang.
Tak disangka masih dibulan November
ini, aku memberanikan diri untuk mengajak Kak Ar & Kak Billa untuk main di
CL. Dan aku tidak lupa mengajak temanku Yulianti & berharap menonton film “Rumah
Kentang” disana. Lama memang menunggu film diputar namun akhirnya waktu sudah
menunjukkan pukul 14.00 dan film segera diputar. Disaat^ aku dan Yulianti
sedang duduk menikmati film itu, tiba^ HP ku bergetar & tenyata mereka
sudah sampai di CL. Aku bingung sekali karena film yang diputar belum selesai.PART II
hanya saja karna aku takut jatuh aku memakai banyak alasan
untuk menolaknya perlahan. Hingga sesaat kemudian, teman kami pun datang dan
kami pamit kepada guru kami itu karena kami akan lihat di Pahlawan acara itu.
Kami menuju tempat itu & kami menemukan acara itu dengan suara^ K-Pop dulu.
Dan kutemui Super Miracle dengan jas item daleman putih itu. Dan yang membuatku
jengkel saat itu ialah ketika aku sedang berdiri ditepi trotoar, aku diusir
oleh salah satu anggota SM sebut saja dia A. Kesel sih diusir gitu ajah, tapi
masalahnya itu juga tempatnya buat ia mandu didepan. Dan demi detik pun, aku
sempatkan melihat gerakgeriknya yang sangat^ emmm… cewek banget tapi dia itu
cowok haha.. Sayang saat itu, dia memakai kacamata jadi tidak terlihat jelas
matanya. Selesai acara itu, banyak yang meminta foto^ dengan anggota SM. Sempet
bingung sih, karna saat itu wajah mereka tertutupi oleh kacamata hitam semua.
Tapi saat ku coba untuk minta foto pertama yaitu dengan Kak Andi Triantono,
hingga ke-2 dengan kak Billa Joveka, kemudian ke-3 oleh kak Adilway dan
terakhir oleh Kak Ar. Iya, mungkin aku hanya memanggilnya Kak Ar (sebatas tidak
berani menyebutkan merk saja) haha.. Orangnya saat itu takut banget sama panas,
jadi takut aku kalo minta foto dengannya. Hingga akhirnya kami pun berfoto
namun senangnya sih, dia berfoto tidak memakai kacamatanya hingga dari
pandanganku pun terlihat jelas wajahnya dengan sangat dekat. Sempat saat itu
juga aku bertanya tentang dirinya yang sekolah dimana, facebooknya apa dan
tinggal dimana. Rasanya seperti mewawancarai orang asing saja. Hanya saja saat
itu, kami tidak banyak cakap lagi, karena dia harus diwawancarai oleh media
Suara Merdeka. Dan selesai acarapun selesai kami semua mencari tempat yang
nyaman & tentunya makanan yang lezat pula. Selesai kami makan bersama, kami
pulang & beristirahat dirumah. Pagi haripun tiba, tak kusangka saat bermain
dirumah tetangga ya,.. yang suka baca Koran begituan seperti Suara Merdeka pun
aku mendekat & teringat akan kejadian kemarin minggu soal wawancara Kak Ar
dengan jurnalis Suara Merdeka itu. Langsung saja kupinjam dan kucari^ berita
soal SM itu. Dan kudapati dibagian agak bawah tercantum “ Flashmob bersama
Super Miracle” wah saat itu pun aku senang sekali karna disana juga terdapat
wajah^ SM ya meski agak tidak jelas sih karna tahu sendirilah Koran kan
berwarna buram bukan putih hehe.. Setelah ku kembalikan koran itu.
#WAITING FOR CERBUNG NEXT..
#WAITING FOR CERBUNG NEXT..
PART 1
DIAM^ SUKA COWOK LEO
Suatu
ketika, disaat gemar^ nya flashmob dikota^ besar seperti Bandung, Jakarta dan
masih banyak lagi. Dikota aku tinggal ini yaitu Semarang, aku menjumpai hal itu
disini. Sudah 2 kali aku mengikuti flashmob ini, dan kabar adanya flashmob aku
ketahui dari siaran televise dan juga teman^. Acara itu diadakan diakhir pekan.
Hari minggu-1 aku dan temanku hanya bertiga anggap saja mereka bernama Aura,
Citra dan aku sendiri Nisa. Itu juga awal perjumpaan ku dengan seorang laki^ ya
yang menurutku super cewek hehe..
Aku
hanya melihatnya saat itu dari kejauhan karena tertutupi banyak masyarakat yang
senang dengan tarian Gangnam Style itu. Aku hanya berdiri diujung penjual Es Teh
sedangkan temanku yang lain mengikuti gerakan itu dan menyatu dengan orang^
lainnya. Kurang lebih 2 jam, acara
tersebut selesai. Oh ya, aku hampir lupa akan orang itu. Orang itu ternyata
K-pop dari semarang juga bernama Super Miracle. Dan setelah ku pulang, ku buka laptop kecilku
dan ku buka youtube dan ternyata acara tadi sengaja ada yang merekamnya dan
kulihat lagi dengan agak tidak jelas wajah^ asing itu. Dengan pakaian putih,
membuat mereka lebih yah.. menyenangkan untuk dilihat apalagi dengan gerakannya
yang masing^ sangat sudah hafal. Entah apa yang kurasakan saat itu. Sepulang
dari sana perasaan ku bungah terusan. Hingga minggu-2 pun tiba, teman^ grup ku
juga ingin sekali ikutan acara itu pagil saja grupku itu “Tahu Petis” yang
beranggotakan Sekar, Ika, Ratih, Luawati, Herawati. Kami terbentuk sejak kami
duduk bersama dibangku yang sama pula yaitu kelas XI IPA 1. Dan hingga kami
harus dipisahkan dengan kelas yg berbeda^ kami tetap konsisten untuk selalu
bersama & tidak pernah untuk bertengkar. Jikalau bertengkar, itu hanya
candaan dari kami saja. Hampir lupa, kami bertemu di SL dengan tambahan teman
yaitu Sari dan Anggara. Disana kami sempat bertemu dengan guru music yang
pernah membimbing kami saat kelas X. Disitu, kami sempat ditawarkan untuk
mencoba memakai sepatu roda.............................#PENASARAN DENGAN CERITA SELANJUTNYA?? BACA PART LAINNYA BESOK!!
Butir Kalbu
Pasir merah janda tlah menghapus jejakku
dari kepenatanku selama ini
aku bersama dewaku disini
terus memandangi luasnya danau Triangle
hujan pasir tiba datang menjemput
setelah kepergian hujan itu,
dewa bersamaku pergi seketika
peri dalam bahana pun berkata
apakah dia seorang pendusta nurani
aku hanya terdiam
merenung
bahkan menunduk
hingga kuputuskan nyawaku u/ melayang
bersama butiran pasir itu
dari kepenatanku selama ini
aku bersama dewaku disini
terus memandangi luasnya danau Triangle
hujan pasir tiba datang menjemput
setelah kepergian hujan itu,
dewa bersamaku pergi seketika
peri dalam bahana pun berkata
apakah dia seorang pendusta nurani
aku hanya terdiam
merenung
bahkan menunduk
hingga kuputuskan nyawaku u/ melayang
bersama butiran pasir itu
TersingKir
Debu itu masih menempel didetakku
terasa sekali, seperti bulu tebal
debu itu masih menyelimutiku
bingung harus bagaimana
1 tahun aku hilangkan debu ini
tapi, tetap saja masih menempel
perasaanku pilu, tak menentu
bagai roh jalanan
entah apa yang terjadi...
debu ini menggerogotiku terus
hingga aku berjalan menengok bukit
dan ku lihat berbagai macam debu disana
dan tag satupun yg setia
debu..
pergilah kau dari kerumunan hati ku yang masih suci
pergilah sejauh kau mendapati debu selain diriku
aku tag ingin ternoda olehmu
terasa sekali, seperti bulu tebal
debu itu masih menyelimutiku
bingung harus bagaimana
1 tahun aku hilangkan debu ini
tapi, tetap saja masih menempel
perasaanku pilu, tak menentu
bagai roh jalanan
entah apa yang terjadi...
debu ini menggerogotiku terus
hingga aku berjalan menengok bukit
dan ku lihat berbagai macam debu disana
dan tag satupun yg setia
debu..
pergilah kau dari kerumunan hati ku yang masih suci
pergilah sejauh kau mendapati debu selain diriku
aku tag ingin ternoda olehmu
Subscribe to:
Posts (Atom)






